Patah Tulang pada Lansia

Patah Tulang pada Lansia

Tulang lansia mudah patah akibat kerapuhan pada tulang (osteoporosis). Dengan semakin bertambahnya populasi lansia di dunia khususnya di Indonesia, patah tulang pada lansia merupakan isu penting pada masalah kesehatan masyarakat. PBB memprediksi pada tahun 2050, 1 dari 6 orang di dunia akan berumur diatas 65 tahun (World Population Prospects, United Nations, 2019).
Patah tulang terjadi akibat jatuh pada 87% orang diatas usia 65 tahun. Patah tulang pada lansia paling sering terjadi pada tulang belakang, tulang panggul, dan tulang pergelangan tangan. Patah tulang pada lansia yang tidak ditangani dengan baik dapat meningkatkan kematian hingga tiga kali lipat dalam waktu satu tahun setelah terjadi patah tulang (Panula J et al. Mortality and cause of death in hip fracture patients aged 65 or older: a population-based study. 2011)

Pertanyaan Yang Sering Ditanyakan

Patah tulang pada lansia sering terjadi di pergelangan tangan, tulang belakang, dan tulang panggul. Biasanya setelah terjadi cedera ringan akan ada rasa nyeri tiba-tiba, tidak bisa menggerakan area yang nyeri, bengkak, dan tampak bengkok.

Seseorang yang tidak bisa bergerak karena patah tulang akan mengalami masalah metabolisme yang lain karena terlalu lama berbaring, seperti otot yang semakin lemah dan  infeksi saluran pernapasan.

Lansia yang butuh operasi akan diperiksa oleh dokter spesialis penyakit dalam dan jantung sebelum diperbolehkan menjalani operasi.

Specialists

Sed ut perspiciatis, unde omnis iste natus error sit voluptatem accusantium doloremque laudantium, totam rem aperiam eaque ipsa, quae ab illo inventore veritatis et quasi architecto beatae vitae dicta sunt, explicabo. nemo enim ipsam voluptatem, quia voluptas sit, aspernatur aut odit aut fugit.

Hipokrats © 2024. All Rights Reserved.